Menyusun Pencahayaan Ruang Tamu Tanpa Terasa Silau
Gabungkan ambient, task, dan accent lighting untuk membuat ruang tamu nyaman pada siang maupun malam hari.

Bangun cahaya dalam beberapa lapisan
Lampu utama memberi cahaya umum, lampu lantai atau meja mendukung aktivitas, sedangkan lampu aksen membantu memberi kedalaman pada ruang.
Hindari satu sumber cahaya yang terlalu kuat
Satu lampu yang sangat terang sering menciptakan kontras keras. Beberapa sumber cahaya dengan intensitas lebih rendah biasanya terasa lebih nyaman.
Tempatkan task light dekat aktivitas
Sudut membaca membutuhkan cahaya yang jatuh ke buku atau meja, bukan langsung ke mata.
Perhatikan temperatur warna
Cahaya hangat sering cocok untuk area santai. Konsistensi temperatur warna antar-lampu membuat ruangan terlihat lebih rapi.
Manfaatkan dimmer bila memungkinkan
Kontrol intensitas membantu satu ruangan beradaptasi dari aktivitas siang hari ke suasana malam yang lebih tenang.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah lampu lantai cukup untuk ruang tamu?
Biasanya lebih nyaman jika lampu lantai menjadi salah satu lapisan, bukan satu-satunya sumber cahaya.
Di mana posisi lampu meja yang baik?
Letakkan dekat aktivitas yang membutuhkan cahaya dan pastikan kap lampu tidak berada tepat di garis pandang mata.
Gunakan ukuran, material, dan petunjuk pada halaman produk sebagai acuan utama karena kondisi setiap ruang dapat berbeda.


